Malaysia menawarkan bantuan berupa satu pesawat pemadam kebakaran, tiga helikopter, serta 52 petugas dan personel untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Namun, hingga Selasa (13/10/2026), tawaran tersebut belum mendapat kepastian tindak lanjut dari pemerintah Indonesia.
Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, tawaran bantuan itu telah disampaikan melalui sejumlah jalur diplomatik. Badan Penanggulangan Bencana Nasional Malaysia (NADMA) dan Kementerian Luar Negeri Malaysia juga telah mengirimkan surat kepada pihak terkait di Indonesia.
Zahid menyebut tawaran tersebut turut disampaikan saat bertemu Presiden RI Prabowo Subianto dan perwakilan Wakil Presiden Indonesia. Bantuan itu ditawarkan sebagai bentuk dukungan Malaysia dalam menghadapi karhutla yang dampak asapnya dapat melintasi perbatasan negara.
Meski demikian, pemerintah Indonesia masih mengevaluasi berbagai tawaran bantuan dari luar negeri untuk memastikan dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan penanganan di lapangan.
Indonesia Evaluasi Tawaran Bantuan Asing
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan, pemerintah perlu mengkurasi bantuan yang ditawarkan negara lain sebelum menentukan bentuk dukungan yang dapat dimanfaatkan.
Ia mencontohkan tawaran pengerahan personel serta bantuan operasi water bombing, yakni pemadaman kebakaran melalui udara menggunakan pesawat atau helikopter.
Menurut Jumhur, Indonesia telah mengerahkan puluhan ribu personel untuk menangani karhutla dan menjalankan operasi water bombing secara mandiri. Kendati demikian, ia mengapresiasi negara-negara yang menyampaikan tawaran bantuan untuk mendukung penanganan kebakaran.
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan bantuan asing dapat melengkapi operasi yang telah berjalan, sekaligus menjawab kebutuhan di wilayah terdampak.
Tawaran Malaysia Masih Menunggu Kepastian
Zahid menyatakan Malaysia tetap berpandangan positif terhadap respons pemerintah Indonesia. Ia berharap tawaran tersebut dapat diterima apabila Indonesia membutuhkan dukungan tambahan untuk menangani karhutla.
Bantuan yang ditawarkan mencakup dukungan udara melalui satu pesawat pemadam kebakaran dan tiga helikopter, serta pengerahan 52 petugas dan personel.
Hingga Selasa (13/10/2026), belum ada kepastian mengenai penerimaan maupun pengerahan bantuan tersebut. Dengan demikian, tawaran Malaysia masih berada dalam tahap menunggu tindak lanjut pemerintah Indonesia.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi






