Vinicius Junior melontarkan kritik terhadap keputusan wasit setelah Real Madrid menghadapi AS Roma pada matchday kedua Liga Champions UEFA 2026–2027, Kamis (15/10) dini hari. Berbicara di Mixed Zone seusai pertandingan, penyerang asal Brasil itu mengaku dapat menerima cemoohan suporter lawan, tetapi mempertanyakan perlakuan wasit terhadap dirinya selama pertandingan.
“Para suporter lawan berhak mencemooh saya, karena tugas saya adalah mencetak gol ke gawang tim mereka. Namun, yang tidak saya pahami adalah sikap para wasit,” ujar Vinicius.
Ia kemudian menyinggung data yang pernah dilihatnya, yang disebut menunjukkan bahwa dirinya telah mengalami sekitar 500 pelanggaran. Namun, menurut Vinicius, jumlah tersebut hanya diikuti lima kartu merah bagi pemain lawan, sementara jumlah kartu kuning yang diberikan tidak ia sebutkan secara pasti.
“Saya pernah melihat sebuah data yang menunjukkan bahwa saya telah dilanggar sebanyak 500 kali, tetapi hanya ada lima kartu merah dan entah berapa kartu kuning yang diberikan kepada lawan,” katanya.
Vinicius juga menilai dirinya justru kerap menerima kartu kuning dalam situasi yang menurutnya tidak seimbang. Ia mengaku tidak memahami pola pengambilan keputusan tersebut dan berharap para pemain yang memiliki kemampuan untuk menciptakan perbedaan di lapangan mendapatkan perlindungan yang memadai.
“Sementara itu, kartu kuning justru selalu diberikan kepada Vini. Saya tidak mengerti. Kita harus melindungi para pemain yang menghadirkan sesuatu yang berbeda dalam sepak bola, seperti Lamine Yamal atau Julián Álvarez,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut kembali menyoroti perdebatan mengenai perlindungan terhadap pemain kreatif dan konsistensi keputusan wasit dalam pertandingan sepak bola. Meski dapat menerima reaksi suporter lawan sebagai bagian dari kompetisi, Vinicius menegaskan bahwa aspek yang menjadi persoalannya adalah keputusan perangkat pertandingan saat menghadapi pelanggaran di lapangan.
Akbari Danico – Redaksi






