Beranda / World / IRGC Klaim Perang AS Bertujuan Memecah Iran, Bukan Soal Nuklir

IRGC Klaim Perang AS Bertujuan Memecah Iran, Bukan Soal Nuklir

Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Hossein Mohebbi mengeklaim perang Amerika Serikat terhadap Iran bukan berkaitan dengan program nuklir Tehran. Menurut dia, Washington justru ingin menguasai kekayaan Iran dan memecah negara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Mohebbi dalam konferensi pers di Tehran, Selasa (29/9/2026), ketika IRGC menyampaikan pesan terbuka kepada masyarakat Amerika mengenai konflik Iran-AS. Reuters melaporkan surat tersebut juga ditujukan kepada publik Amerika menjelang pemilihan umum sela di negara itu.

“Amerika Serikat ingin menjarah rakyat kami dan memecah tanah air kami,” kata Mohebbi dalam pernyataannya.

Mohebbi mengatakan surat tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan apa yang disebutnya sebagai fakta mengenai konflik, bukan untuk memengaruhi pemilih Amerika Serikat.

Ia juga mengeklaim bahwa isu program nuklir Iran digunakan Amerika Serikat sebagai alasan untuk melakukan perang terhadap Tehran. Menurut Mohebbi, persoalan utama Washington adalah kekayaan dan luas wilayah Iran.

“Masalah mereka adalah menjarah rakyat Iran dan kekayaan rakyat Iran,” ujar Mohebbi.

Mohebbi juga mengeklaim pemerintah Amerika Serikat mengetahui bahwa Iran tidak sedang berupaya mengembangkan senjata nuklir. Reuters mencatat bahwa Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut pencegahan Iran memiliki senjata nuklir sebagai salah satu alasan perang terhadap negara tersebut.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan dari pihak IRGC dan tidak dengan sendirinya membuktikan motif kebijakan pemerintah Amerika Serikat.

Selain isu nuklir, Mohebbi dalam kesempatan yang sama juga menyoroti konflik terkait Selat Hormuz. Ia menolak klaim bahwa Amerika Serikat telah berhasil mengembalikan kebebasan pelayaran di jalur strategis tersebut. Reuters melaporkan ekspor minyak melalui Selat Hormuz pada September telah kembali meningkat, meski masih sekitar setengah dari volume sebelum perang.

Sementara itu, konflik Iran-AS masih berlangsung di tengah upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan. Reuters melaporkan Trump pada Selasa membantah telah menawarkan keringanan sanksi kepada Iran sebagai imbalan atas kemajuan dalam isu nuklir.

Akbari Danico – Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *