iran masih menunggu perkembangan respons Amerika Serikat (AS) sebelum menentukan langkah selanjutnya dalam upaya meredakan konflik kedua negara. Teheran menegaskan, langkah timbal balik bergantung pada pemenuhan tuntutan yang telah disampaikan kepada Washington.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyampaikan bahwa pemerintah Iran telah mengajukan sejumlah persyaratan kepada AS. Setelah tuntutan tersebut dipenuhi, Teheran akan menentukan langkah yang diperlukan sebagai respons.
Salah satu persoalan utama dalam negosiasi kedua negara adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang penting bagi perdagangan energi dunia.
Iran sebelumnya mengajukan rencana pembukaan selat tersebut dalam waktu tujuh hari. Namun, rencana itu mensyaratkan AS mencabut blokade laut serta memenuhi sejumlah tuntutan Iran terkait penghentian permusuhan dan pembatasan ekspor.
Presiden AS Donald Trump menolak usulan tersebut. Iran kemudian menyampaikan posisinya melalui mediator dan menyiapkan tanggapan lebih terperinci atas respons Washington.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei juga menegaskan bahwa Teheran tidak akan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tujuh syarat yang diajukan Iran.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa akses pelayaran di Selat Hormuz masih menjadi salah satu isu utama yang menghambat tercapainya kesepakatan antara kedua negara.
Konflik Iran dan AS meningkat setelah serangan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026. Teheran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah sasaran.
Pada Juni 2026, kedua negara menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, kesepakatan tersebut tidak bertahan lama setelah kedua pihak kembali melancarkan serangan.
Perundingan berikutnya berupaya mencari jalan keluar atas konflik sekaligus menyelesaikan persoalan blokade laut dan akses pelayaran di Selat Hormuz.
Hingga Selasa (13/10/2026), penyelesaian konflik masih bergantung pada proses negosiasi dan kesediaan masing-masing pihak memenuhi tuntutan yang diajukan.
Belum ada kepastian bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan baru mengenai pembukaan Selat Hormuz maupun penghentian permusuhan.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi






