Indonesia Golf Festival (IGF) 2026 menjadi salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan industri golf nasional melalui perluasan pasar, kolaborasi antarpelaku usaha, dan pengenalan olahraga golf kepada masyarakat. Festival yang akan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, ini menargetkan 30.000 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp20 miliar.
Mengusung tema “Elevate the Game, Expand the Sport”, IGF 2026 diselenggarakan oleh Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia (APLGI) bersama PT Satu Tujuan Event (SATUE). Acara ini dirancang sebagai ruang pertemuan bagi berbagai pihak dalam ekosistem golf, mulai dari pengelola lapangan, produsen perlengkapan, akademi, penyedia teknologi, pelaku wisata golf, hingga komunitas.
Keterlibatan berbagai sektor tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama sekaligus memperluas jangkauan pasar industri golf di Indonesia. Tidak hanya menyasar pegolf berpengalaman, festival ini juga berupaya menarik masyarakat yang ingin mengenal olahraga golf untuk pertama kalinya.
Salah satu fokus IGF 2026 adalah mempertemukan pelaku industri dengan konsumen dan calon mitra bisnis. Melalui pameran, peluncuran produk, serta program business matching, penyelenggara berupaya menciptakan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, membangun jaringan, dan menjajaki peluang kolaborasi.
Pada penyelenggaraan tahun ini, IGF menargetkan lebih dari 120 peserta pameran dan 150 merek dengan luas area mencapai 10.000 meter persegi. Target tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang diikuti 82 peserta pameran, menghadirkan lebih dari 100 merek, dan mencatat 23.488 pengunjung di area seluas 5.000 meter persegi.
Penyelenggara juga menargetkan nilai transaksi sebesar Rp20 miliar, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang diperkirakan berada di kisaran Rp10 miliar hingga Rp15 miliar.
Peningkatan skala pameran tersebut mencerminkan upaya penyelenggara memperluas aktivitas bisnis dalam industri golf. Namun, realisasi pertumbuhan tetap akan bergantung pada partisipasi pengunjung, transaksi yang terjadi, serta keberlanjutan kerja sama setelah acara berlangsung.
Pertumbuhan industri golf juga berkaitan dengan perluasan jumlah orang yang mengenal dan mencoba olahraga ini. Karena itu, IGF 2026 tidak hanya menghadirkan pameran produk, tetapi juga aktivitas yang memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman bermain golf.
Sejumlah kegiatan yang direncanakan meliputi coaching clinic, simulator golf, mini golf, kompetisi, diskusi bersama praktisi, dan kegiatan komunitas. Pengunjung juga dapat menemukan beragam produk, mulai dari perlengkapan dan pakaian golf hingga teknologi olahraga.
Aktivitas tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal golf melalui pengalaman langsung. Bagi pelaku industri, perluasan minat masyarakat dapat membuka peluang pasar bagi penjualan perlengkapan, layanan pelatihan, fasilitas bermain, dan produk pendukung lainnya.
Selain itu, keterlibatan komunitas dapat membantu memperkuat hubungan antara pemain, pelaku usaha, dan penyedia fasilitas golf. Ekosistem yang lebih terhubung berpotensi mendukung perkembangan olahraga ini dalam jangka panjang.
Industri golf juga memiliki keterkaitan dengan sektor pariwisata. Perjalanan untuk bermain golf dapat melibatkan kebutuhan akomodasi, transportasi, kuliner, serta layanan wisata di sekitar destinasi.
Melalui keterlibatan pengelola lapangan dan pelaku wisata golf, IGF 2026 berpotensi menjadi ruang untuk memperkenalkan peluang kolaborasi antara olahraga dan pariwisata. Pengembangan sektor ini dapat memperluas pilihan aktivitas wisata sekaligus membuka kesempatan usaha bagi sektor pendukung.
Meski demikian, dampak terhadap pariwisata akan bergantung pada tindak lanjut kerja sama dan kemampuan pelaku industri mengubah minat pengunjung menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
Indonesia Golf Festival 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, pada 23–25 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Melalui perluasan pameran, program bisnis, dan aktivitas untuk masyarakat, festival ini diarahkan untuk mendukung pengembangan pasar serta memperkuat ekosistem industri golf nasional.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi






