Beranda / Megapolitan / Kemenkeu Waspadai Kenaikan Harga Pangan akibat El Nino

Kemenkeu Waspadai Kenaikan Harga Pangan akibat El Nino

Kementerian Keuangan mewaspadai risiko kenaikan harga pangan akibat fenomena El Nino dan kekeringan yang berpotensi mengganggu produksi pertanian. Pemerintah meminta ketersediaan pasokan pangan dalam negeri tetap terjaga untuk mengantisipasi tekanan inflasi.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan sejumlah komoditas pangan dengan pergerakan harga yang tinggi perlu mendapat perhatian, terutama menjelang periode kering. Gangguan produksi akibat kondisi cuaca berisiko mengurangi pasokan dan mendorong kenaikan harga di pasar.

Dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/10/2026), Suahasil menyoroti sejumlah komoditas, di antaranya cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan produksi pangan dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan berpotensi meningkatkan harga pangan serta menambah tekanan inflasi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi Indonesia pada September 2026 mencapai 3,28 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar 3,19 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mengalami inflasi tahunan sebesar 4,37 persen pada September 2026. Sejumlah komoditas, termasuk daging ayam, cabai rawit, beras, dan minyak goreng, turut menjadi perhatian dalam perkembangan harga kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, inflasi inti pada September 2026 tercatat sebesar 2,84 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 2,92 persen.

Suahasil menilai inflasi secara keseluruhan masih terkendali. Meski demikian, pemerintah tetap perlu mengantisipasi risiko gangguan produksi dan pasokan pangan akibat El Niño serta kekeringan.

Pemantauan terhadap produksi, permintaan, dan distribusi pangan diperlukan untuk menjaga ketersediaan barang di pasar. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus menekan risiko kenaikan inflasi.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *