Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pembangunan Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulo Gadung sepanjang 1,8 kilometer rampung pada 2027. Jalan tersebut disiapkan sebagai jalur alternatif untuk memperkuat konektivitas Jakarta Utara dan Jakarta Timur sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas.
Pramono meninjau langsung pembangunan jalan tersebut di kawasan Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, pada Jumat (9/10/2026). Proyek yang direncanakan sejak 2006 dan mulai dikerjakan pada 2009 itu belum sepenuhnya selesai karena sejumlah kendala.
Pramono meminta Dinas Bina Marga DKI Jakarta memprioritaskan penyelesaian proyek infrastruktur yang belum tuntas, terutama yang memberikan manfaat besar bagi mobilitas masyarakat.
“Tempat-tempat yang belum selesai dan memberikan banyak manfaat bagi perkembangan kota, terutama transportasi, harus kita prioritaskan untuk diselesaikan. Termasuk jalan ini dan jalan di Pasar Minggu, karena memang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Pramono.
Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulo Gadung menghubungkan kawasan Rumah Sakit Gading Pluit dengan Terminal Pulo Gadung. Kehadiran jalan ini diharapkan memberikan pilihan rute alternatif bagi pengguna jalan, terutama untuk mengurangi kepadatan kendaraan di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Pramono meminta jajaran terkait memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana agar jalan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal pada 2027.
Selain pembangunan jalan tembus, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan penataan infrastruktur di kawasan Kelapa Gading. Penanganan mencakup fasilitas sosial dan fasilitas umum yang telah diserahkan kepada pemerintah daerah serta perbaikan sejumlah ruas jalan yang rusak atau bergelombang, termasuk di sekitar Bundaran Kelapa Gading.
“Dengan penataan ini, mudah-mudahan Jakarta menjadi semakin baik dan juga kemacetan di Jakarta juga berkurang secara signifikan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan sebagian ruas Jalan Tembus Kelapa Gading–Pulo Gadung sudah dapat digunakan secara terbatas. Ruas yang telah selesai dimanfaatkan untuk mendukung pergerakan kendaraan, terutama dari arah barat menuju utara, dengan pengaturan dua arah.
“Secara fungsi sebenarnya sudah berfungsi. Namun, untuk beroperasi 100 persen sesuai dengan perencanaan, targetnya pada tahun depan,” jelas Heru.
Dengan penyelesaian proyek tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap konektivitas antarkawasan semakin baik dan beban lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama dapat berkurang.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi






