Beranda / National / BMKG Latih 53 Peserta di Karanganyar Hadapi Risiko Gempa

BMKG Latih 53 Peserta di Karanganyar Hadapi Risiko Gempa

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi risiko gempa bumi melalui program Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) 2026 di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Kegiatan yang digelar Stasiun Geofisika Kelas I Sleman tersebut berlangsung di Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Jumat (25/9/2026). Sebanyak 53 peserta dari berbagai unsur mengikuti kegiatan tersebut.

Peserta berasal dari BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Diskominfo, Dinas Pendidikan, satuan pendidikan, relawan kebencanaan, tokoh masyarakat, hingga media massa.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan gempa bumi hingga kini belum dapat diprediksi secara pasti. Namun, kesiapsiagaan masyarakat dapat dibangun melalui edukasi dan latihan yang dilakukan sejak dini.

“Gempa bumi belum dapat diprediksi, tetapi kesiapsiagaan dapat kita bangun dan latih sejak dini,” ujar Faisal dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Faisal, program SLG juga sejalan dengan inisiatif global Early Warning, Early Action, dan Early Warning for All. Melalui kegiatan tersebut, BMKG mendorong pengetahuan dan keterampilan mitigasi bencana agar dapat diteruskan peserta kepada keluarga serta masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai potensi bahaya gempa, sistem peringatan dini Earthquake Early Warning System (EEWS), dan simulasi menghadapi guncangan.

Peserta juga mengikuti diskusi kelompok serta Table Top Exercise (TTX). Latihan tersebut digunakan untuk menguji kemampuan peserta dalam mengambil keputusan secara cepat dan terkoordinasi ketika menghadapi kondisi darurat.

Anggota Komisi V DPR RI Hamid Noor Yasin turut mendukung pelaksanaan SLG di Karanganyar. Ia menilai kesiapsiagaan perlu diperkuat karena wilayah tersebut memiliki kedekatan dengan sumber potensi gempa, termasuk sesar aktif daratan dan zona subduksi di selatan Jawa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar Sugiharjo yang hadir mewakili Bupati Karanganyar juga menekankan pentingnya membangun Komunitas Siaga Bencana dari tingkat desa hingga kabupaten.

Sebelumnya, BMKG telah melakukan pemetaan potensi risiko kegempaan di Karanganyar sebagai bagian dari persiapan SLG. BMKG menyebut edukasi berbasis sains dan latihan respons cepat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sekaligus mengurangi penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.

Secara nasional, BMKG juga menyiapkan 129 Sekolah Lapang di 30 provinsi pada 2027. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai risiko bencana.

BMKG mengimbau masyarakat menjadikan kanal resmi BMKG sebagai rujukan dalam memperoleh informasi mengenai aktivitas gempa bumi. Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi mengenai gempa yang belum terverifikasi.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *