Dinas Kesehatan Sumatera Utara mencatat 27 kasus influenza A berdasarkan pemeriksaan melalui dua lokasi sentinel surveilans Influenza-Like Illness (ILI) di wilayah tersebut.
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumut, dr Nora Nasution, mengatakan pemeriksaan dilakukan di Puskesmas Teladan untuk wilayah Kota Medan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Drs H Amri Tambunan untuk wilayah Kabupaten Deliserdang.
Berdasarkan data Dinkes Sumut, tiga kasus ditemukan pada Agustus 2026, sementara pada September tercatat 18 kasus. Secara keseluruhan, 27 kasus tersebut merupakan hasil pemeriksaan melalui sistem sentinel dan belum menggambarkan seluruh kasus influenza A di Sumatra Utara.
Nora menjelaskan, pemeriksaan melalui sistem sentinel masih dilakukan di lokasi tertentu karena adanya keterbatasan anggaran dan logistik. Masyarakat yang diperiksa melalui dua lokasi tersebut juga umumnya berasal dari wilayah sekitar fasilitas kesehatan yang menjadi site sentinel.
Ia menegaskan, masyarakat perlu membedakan antara suspek influenza dan kasus influenza A yang telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan. Orang yang mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek atau batuk kering dapat masuk kategori suspek, sedangkan 27 kasus yang tercatat merupakan hasil pemeriksaan yang menunjukkan influenza A.
Berdasarkan data pemeriksaan ILI yang dimiliki Dinkes Sumut, kasus influenza A lebih banyak ditemukan pada kelompok anak-anak dan lansia. Balita dan ibu hamil juga termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami influenza.
Pasien dengan penyakit penyerta seperti diabetes dan penyakit jantung juga dapat mengalami kondisi yang lebih berat ketika terinfeksi influenza. Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan kematian dari kasus influenza A yang terdeteksi melalui pemeriksaan tersebut.
Nora meminta masyarakat tidak panik terhadap temuan kasus tersebut. Menurut dia, influenza musiman dapat muncul setiap tahun dan gejalanya dapat menyerupai penyakit infeksi saluran pernapasan lainnya, seperti demam, batuk dan pilek.
Perhatian terhadap influenza juga dilakukan melalui sistem surveilans nasional. Kementerian Kesehatan dalam laporan pengawasan per 26 September 2026 mencatat proporsi positif influenza pada pemeriksaan laboratorium minggu ke-37 mencapai 58 persen, meningkat dari 48 persen pada minggu sebelumnya.
Meski terdapat peningkatan pada sejumlah indikator, Kemenkes menyebut tingkat aktivitas influenza secara keseluruhan masih berada dalam kategori rendah dan situasi masih terkendali. Peningkatan tersebut dinilai masih sesuai dengan pola musiman influenza di Indonesia.
Dalam laporan yang sama, Kemenkes mencatat 188 kasus influenza A(H3N2) Subclade K secara kumulatif sejak 2025 hingga minggu ke-37 2026. Kasus tersebut tersebar di 20 provinsi. Data ini merupakan hasil surveilans nasional dan memiliki cakupan serta periode berbeda dengan 27 kasus yang dilaporkan Dinkes Sumut.
Kemenkes mengimbau masyarakat menjaga pola hidup bersih dan sehat, menjaga daya tahan tubuh, menggunakan masker ketika sakit maupun berada di kerumunan, serta tetap di rumah ketika mengalami gejala flu. Masyarakat juga dianjurkan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta segera mengakses fasilitas kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari.
Dinkes Sumut juga mengimbau masyarakat yang sedang sakit menggunakan masker dan mengurangi kontak dengan orang lain selama masa infeksi. Vaksinasi influenza dapat menjadi salah satu langkah pencegahan, terutama bagi kelompok yang rentan.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi






