Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat aktivitas seismik pascagempa bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih sangat tinggi. Hingga Selasa pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 2.119 gempa susulan terjadi di wilayah tersebut.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, magnitudo gempa susulan bervariasi mulai dari M 1,3 hingga yang terbesar mencapai M 6,2.
Berton menjelaskan, potensi gempa susulan masih membayangi wilayah NTT dalam beberapa pekan ke depan. Hal itu lantaran pola penurunan atau peluruhan aktivitas seismik belum menunjukkan kondisi yang stabil.
Sementara itu, Basarnas mencatat total 202 korban telah dievakuasi dan terdata hingga hari ketiga penanganan bencana. Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo merinci, korban terdiri atas 70 orang meninggal dunia, 40 orang mengalami luka berat, dan 92 orang luka ringan.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi






