Beranda / Government / Mantan Menhan Ukraina Desak Zelensky Gelar Pemilu di Tengah Perang

Mantan Menhan Ukraina Desak Zelensky Gelar Pemilu di Tengah Perang

Mantan Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov mendesak pemerintah segera mencari mekanisme untuk menggelar pemilihan umum meski perang dengan Rusia masih berlangsung. Ia menilai proses demokrasi tidak seharusnya terus tertunda akibat konflik yang telah berlangsung sejak invasi Rusia pada Februari 2022.

Fedorov mengatakan Ukraina perlu menyiapkan mekanisme pemilu yang legal, aman, dan realistis agar masyarakat tetap dapat menggunakan hak politiknya. Menurut dia, perang tidak boleh membuat demokrasi Ukraina terhenti.

Ukraina saat ini masih memberlakukan darurat militer sehingga pemilihan umum belum dapat dilaksanakan. Fedorov mengakui penyelenggaraan pemilu di tengah perang akan menghadapi berbagai tantangan, termasuk memastikan anggota militer, warga yang berada di sekitar garis depan, serta jutaan warga Ukraina di luar negeri dapat memberikan suara.

Meski demikian, ia menilai berbagai kendala tersebut bukan alasan untuk menganggap pemilu tidak mungkin digelar. Pemerintah, menurutnya, perlu mulai membahas mekanisme yang memungkinkan proses demokrasi kembali berjalan tanpa mengabaikan kondisi keamanan.

Fedorov sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pertahanan Ukraina sejak Januari sebelum dicopot Presiden Volodymyr Zelenskyy pada Juli. Selama menjabat, ia mendorong reformasi militer untuk mengatasi sejumlah persoalan, mulai dari dugaan korupsi, keterbatasan peralatan, ketidakhadiran personel, perlakuan terhadap wajib militer, hingga kebijakan mobilisasi yang tidak populer.

Pencopotan Fedorov kemudian memicu demonstrasi selama beberapa pekan dan menambah tekanan politik terhadap pemerintahan Zelenskyy. Setelah itu, Zelenskyy menunjuk pejabat intelijen Yevgeniy Khmara sebagai Menteri Pertahanan sementara sambil menunggu persetujuan parlemen.

Meski menyerukan pelaksanaan pemilu, Fedorov tidak menyampaikan rencana politik ataupun menyatakan keinginan untuk maju sebagai kandidat. Sebelumnya, ia beberapa kali menyebut hanya akan kembali ke pemerintahan apabila dipercaya menduduki posisi Menteri Pertahanan.

Sementara itu, pendukung Fedorov disebut berencana menggelar demonstrasi di depan gedung parlemen pada Rabu (19/8). Menurut mantan penasihatnya, Sergiy Sternenko, aksi tersebut menjadi bagian dari tekanan agar pemerintah mulai mempertimbangkan mekanisme demokrasi di tengah konflik yang masih berlangsung.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *