Beranda / Megapolitan / Sudin KPKP Jaksel Latih 105 Warga Olah Nanas, Ubi, dan Jagung

Sudin KPKP Jaksel Latih 105 Warga Olah Nanas, Ubi, dan Jagung

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan menggelar pelatihan diversifikasi olahan hasil pertanian di Agro Edukasi Wisata (AEW) Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Pelatihan yang berlangsung pada 23, 24, dan 29 September 2026 tersebut diikuti 105 peserta yang berasal dari sejumlah kelompok masyarakat, antara lain binaan Jakpreneur, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), penggiat urban farming, serta Kelompok Peduli Gizi (KPG).

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan Ridho Sosro mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah komoditas pangan lokal.

“Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengolahan komoditas pangan lokal,” kata Ridho.

Dalam pelatihan, peserta memperoleh materi teori dan praktik mengolah sejumlah komoditas pertanian, seperti nanas, ubi ungu, dan jagung manis menjadi berbagai produk pangan, termasuk kue.

Kegiatan tersebut menghadirkan praktisi kuliner Francisca Patricia Kusumaratna, pemilik Warung Mami Sisca, sebagai narasumber. Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai teknik pengolahan pangan serta pengembangan produk berbahan komoditas lokal.

Menurut Ridho, keterlibatan praktisi diharapkan dapat memberikan wawasan kepada peserta mengenai pengembangan produk olahan yang memiliki nilai tambah dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan.

Selain pelatihan, Sudin KPKP Jakarta Selatan menyerahkan bantuan sarana pengolahan pangan kepada peserta. Bantuan tersebut berupa oven listrik, loyang, dan timbangan digital.

Bantuan peralatan diberikan untuk menunjang penerapan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pengembangan usaha.

Ketua TP PKK Jakarta Selatan Azizah Syafrin mendorong peserta, khususnya para ibu, untuk terus mengembangkan produk yang dihasilkan dari pelatihan.

Azizah berharap keterampilan dan bantuan peralatan yang diterima dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha rumahan sekaligus meningkatkan pemanfaatan pangan lokal di lingkungan masyarakat.

Ia juga berharap kegiatan pelatihan serupa dapat kembali dilaksanakan untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh keterampilan pengolahan pangan.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *