Beranda / Ekonomi / Qodari Optimistis Suahasil Nazara Mampu Jaga Pertumbuhan dan Stabilitas Ekonomi RI

Qodari Optimistis Suahasil Nazara Mampu Jaga Pertumbuhan dan Stabilitas Ekonomi RI

Pemerintah optimistis Menteri Keuangan Suahasil Nazara mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus stabilitas perekonomian Indonesia. Optimisme itu disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari setelah Suahasil resmi menduduki posisi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Qodari menilai Suahasil memiliki bekal akademik dan pengalaman birokrasi yang relevan untuk mengelola kebijakan fiskal. Menurut dia, latar belakang tersebut menjadi modal bagi Suahasil untuk menghadapi dinamika perekonomian sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan mendorong pertumbuhan dan mempertahankan stabilitas fiskal.

Qodari menyebut sedikitnya dua keunggulan yang mendukung keyakinan tersebut. Pertama, Suahasil merupakan Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Kedua, ia telah lama berada di lingkungan Kementerian Keuangan, termasuk menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan sebelumnya memimpin Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

Menurut Qodari, pengalaman tersebut membuat Suahasil memahami secara langsung proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan fiskal pemerintah. Ia menilai kemampuan tersebut dibutuhkan untuk menjaga APBN tetap menjadi instrumen yang mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa mengesampingkan stabilitas keuangan negara.

Suahasil sendiri mulai menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 14 September 2026. Pergantian tersebut menjadikan Suahasil sebagai Menteri Keuangan ketiga dalam pemerintahan Prabowo. Sebelumnya, ia mendampingi Purbaya sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Di tengah pergantian tersebut, sejumlah ekonom menilai Suahasil menghadapi pekerjaan rumah yang tidak ringan. Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti, misalnya, menilai Suahasil perlu memastikan belanja negara diarahkan pada sektor-sektor produktif agar APBN tetap kredibel sekaligus memberikan efek pengganda terhadap perekonomian.

Esther juga menekankan pentingnya disiplin fiskal serta kualitas dan efektivitas belanja. Menurut dia, pengelolaan anggaran perlu diarahkan pada program yang memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang. Target defisit 2026 sebesar 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) juga dinilai dapat dicapai melalui kombinasi pertumbuhan ekonomi, pengendalian belanja, dan penguatan penerimaan domestik.

Sementara itu, sejumlah analis menilai latar belakang teknokrat Suahasil menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung kesinambungan kebijakan fiskal. Reuters melaporkan Suahasil berkomitmen menjaga disiplin fiskal, termasuk mempertahankan batas defisit anggaran di bawah 3 persen PDB, sembari tetap mendukung program prioritas pemerintah.

Dengan posisi barunya tersebut, Suahasil kini menghadapi tugas untuk menjaga kredibilitas APBN, memastikan belanja negara lebih produktif, serta mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi. Pemerintah berharap pengalaman panjangnya di bidang kebijakan fiskal dapat menjadi modal dalam menghadapi tantangan tersebut.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *