Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui fasilitas transportasi publik di Jakarta belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas. Salah satu persoalan yang masih perlu dibenahi adalah ketersediaan lift di titik pemberhentian transportasi umum yang belum merata.
Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyediakan sejumlah fasilitas untuk mendukung mobilitas penyandang disabilitas, termasuk guiding block atau jalur pemandu di sejumlah halte utama. Namun, fasilitas tersebut belum sepenuhnya tersedia di seluruh titik layanan.
“Memang belum sepenuhnya semuanya mempunyai lift,” kata Pramono, dikutip dari Liputan6, Minggu (11/10/2026).
Menurut Pramono, aksesibilitas perlu ditingkatkan pada berbagai moda transportasi, mulai dari MRT, LRT, Transjakarta hingga Transjabodetabek. Ia secara khusus meminta agar LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai dirancang sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas.
Upaya tersebut menjadi bagian dari rencana Pemprov DKI untuk memastikan masyarakat dengan kebutuhan mobilitas yang berbeda tetap dapat menggunakan transportasi publik secara lebih aman dan mandiri.
Jakarta Punya 37 Bus Sekolah Ramah Disabilitas
Selain fasilitas di halte dan stasiun, Pemprov DKI menyediakan layanan bus sekolah khusus bagi peserta didik penyandang disabilitas.
Berdasarkan keterangan Pramono, Jakarta memiliki 37 unit bus sekolah ramah disabilitas yang melayani 10 rute. Armada tersebut diperuntukkan bagi pelajar penyandang disabilitas agar mereka memiliki akses transportasi menuju sekolah.
Program ini sebelumnya diperkuat melalui penambahan armada pada Januari 2026. Pemprov DKI menyebut bus-bus tersebut dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk akses untuk pengguna kursi roda dan pendampingan saat naik maupun turun kendaraan.
Meski demikian, layanan bus sekolah khusus belum menjawab seluruh kebutuhan aksesibilitas masyarakat penyandang disabilitas yang menggunakan transportasi publik untuk bekerja, berobat, bersekolah, atau menjalankan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, pemerataan fasilitas di halte, stasiun, dan jaringan transportasi umum masih menjadi pekerjaan yang perlu dituntaskan.
Aksesibilitas Jadi Bagian dari Pembangunan Jakarta
Pramono menegaskan, pembangunan Jakarta tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan gedung dan infrastruktur fisik. Pemerintah daerah juga perlu memastikan fasilitas publik dapat digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Ia berharap peningkatan aksesibilitas transportasi dapat membuat Jakarta menjadi kota yang lebih nyaman dan inklusif.
Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas yang telah tersedia dapat berfungsi dengan baik serta menjangkau lebih banyak titik. Ketersediaan lift, jalur pemandu, dan dukungan petugas menjadi elemen penting agar penyandang disabilitas dapat mengakses transportasi umum dengan hambatan seminimal mungkin.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi






