Rencana penyesuaian tarif Transjakarta mulai 1 Januari 2027 dinilai perlu diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada penumpang.
Pengamat transportasi sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, meminta Transjakarta memperpendek waktu tunggu penumpang dengan mengurangi jarak kedatangan antarbus atau headway, terutama pada jam sibuk.
Djoko merekomendasikan headway pada koridor utama berada di kisaran tiga hingga lima menit saat periode padat. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu mengurangi penumpukan penumpang di halte sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan.
Selain memperpendek waktu tunggu, Djoko mendorong penambahan armada pada rute dengan tingkat kepadatan penumpang tinggi, termasuk layanan non-BRT.
Perbaikan layanan, menurut dia, juga perlu menyasar kondisi kendaraan. Perawatan berkala terhadap sistem pendingin udara, kebersihan interior, hingga suspensi bus dinilai penting untuk menjaga kenyamanan penumpang selama perjalanan.
Aspek keselamatan juga perlu diperhatikan. Djoko meminta fasilitas seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan pemecah kaca selalu berada dalam kondisi siap digunakan. Standar perawatan mekanis serta pelatihan pengemudi juga dinilai perlu diperkuat untuk meningkatkan keandalan operasional bus.
Perbaikan tidak hanya diperlukan pada armada, tetapi juga fasilitas halte. Halte yang kerap mengalami kepadatan dinilai perlu memiliki area tunggu yang memadai dan ventilasi yang baik.
Fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan kelompok pengguna lainnya, seperti ramp, guiding block, lift, dan eskalator, juga diminta dipastikan berfungsi dengan baik.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan perluasan penerima manfaat transportasi publik gratis. Jumlah kelompok penerima Kartu Layanan Gratis (KLG) akan bertambah dari 15 menjadi 21 golongan mulai 1 Januari 2027.
Enam kelompok tambahan tersebut mencakup pendamping penyandang disabilitas, pencari kerja warga Jakarta, pasien rujukan rutin dengan keterbatasan ekonomi, pelajar dan mahasiswa tidak mampu di luar penerima KJP dan KJMU, UMKM binaan, serta korban bencana yang masih dalam masa pemulihan.
Program KLG saat ini memberikan akses transportasi gratis kepada sejumlah kelompok masyarakat yang telah ditetapkan Pemprov DKI. Layanan tersebut dapat digunakan pada Transjakarta serta moda transportasi publik tertentu yang terintegrasi dengan program pemerintah daerah.
Sementara itu, tarif reguler Transjakarta saat ini tercatat sebesar Rp3.500. Tarif tersebut berlaku pada sebagian besar jam operasional, sedangkan Pemprov DKI juga menerapkan tarif ekonomis Rp2.000 pada pukul 05.00–07.00 WIB.
Tarif Rp3.500 telah lama menjadi tarif reguler Transjakarta. Di tengah rencana penyesuaian tarif pada 2027, besaran tarif baru belum ditetapkan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya mengatakan penyesuaian tarif tetap akan mempertimbangkan kemampuan masyarakat sehingga kebijakan tersebut tidak menambah beban pengguna transportasi publik.
Di sisi pelayanan, Transjakarta saat ini mengoperasikan 14 koridor utama dengan total 244 rute dan didukung 5.151 unit armada, baik bus konvensional maupun berbasis listrik. Layanan tersebut melayani rata-rata sekitar 1,4 juta pelanggan setiap hari berdasarkan data perusahaan pada Juni 2026.
Dengan rencana penyesuaian tarif dan perluasan penerima layanan gratis pada awal 2027, peningkatan kualitas operasional menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar kenaikan biaya bagi pengguna reguler diikuti dengan pelayanan yang semakin baik.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi






