PT MRT Jakarta (Perseroda) mulai mengintegrasikan sistem pembayaran tiket melalui perangkat pembaca kartu (reader) JakLingko pada Senin (12/10/2026). Kebijakan ini memungkinkan pengguna kartu uang elektronik dari sejumlah bank melakukan tap di gerbang penumpang stasiun MRT Jakarta yang dilengkapi reader JakLingko.
Kartu yang dapat digunakan meliputi Mandiri e-money, BNI TapCash, BRI BRIZZI, BCA Flazz, JakCard Bank Jakarta, serta Kartu Multi Trip (KMT) Commuter Line.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, mengatakan integrasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat keterhubungan sistem pembayaran antarmoda transportasi publik di Jakarta.
Menurut Rendy, penerapan sistem ini diharapkan mempercepat transaksi, mengurangi potensi kendala saat penumpang melakukan tap, serta mempermudah perjalanan masyarakat yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi umum.
Selain kemudahan pembayaran, integrasi melalui JakLingko juga mendukung penerapan tarif integrasi transportasi publik sesuai Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 773 Tahun 2022 tentang Besaran Tarif Layanan Angkutan Umum Massal.
Dalam ketentuan tersebut, pelanggan yang memenuhi persyaratan perjalanan lintas moda dapat dikenakan tarif maksimal Rp10.000 untuk perjalanan selama tiga jam yang melibatkan MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan layanan bus rapid transit (BRT) Transjakarta.
Namun, tarif maksimal tersebut tidak otomatis berlaku untuk seluruh perjalanan. Pengguna perlu memenuhi ketentuan tarif integrasi yang berlaku.
Rendy menyebutkan, infrastruktur pembayaran JakLingko saat ini tersedia di 13 stasiun MRT Jakarta, dengan dukungan 186 reader JakLingko dan 60 Balance Check Terminal (BCT) untuk memeriksa saldo kartu.
Pada periode Januari 2025 hingga Agustus 2026, tercatat 40,86 juta perjalanan atau 51,10 persen dari total perjalanan pelanggan MRT Jakarta menggunakan gerbang JakLingko. Sementara itu, sebanyak 5,82 juta perjalanan atau 7,28 persen tercatat menggunakan tarif integrasi.
Meski sistem pembayaran JakLingko diperluas, penumpang tetap perlu memperhatikan perangkat yang sesuai dengan jenis kartu yang digunakan.
Pengguna Kartu Single Trip MRT Jakarta tetap melakukan tap di gerbang MRT Jakarta. Sementara itu, pengguna kartu EMV atau kartu nirsentuh (contactless) tetap menggunakan reader EMV.
Melalui integrasi ini, MRT Jakarta berupaya mempermudah transaksi penumpang sekaligus mendukung sistem transportasi publik yang semakin terhubung. Masyarakat diimbau memastikan jenis kartu dan perangkat pembaca yang digunakan sesuai agar perjalanan berlangsung lancar.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi






