Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi menyebut negaranya berpotensi menjadi pintu masuk bagi perusahaan Indonesia untuk menjangkau pasar Arab, Afrika, hingga Eropa. Peluang tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan bersama Presiden RI Prabowo Subianto dalam upaya memperkuat perdagangan dan investasi kedua negara.
Dalam pernyataan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (11/10/2026), El-Sisi mengatakan Indonesia dan Mesir ingin meningkatkan hubungan ekonomi agar menghasilkan manfaat nyata bagi kedua negara. Salah satu target yang dibahas adalah meningkatkan nilai perdagangan bilateral hingga US$ 5 miliar pada 2030.
“Mesir bisa menjadi pintu untuk pasar Arab, Afrika, dan Eropa,” ujar El-Sisi.
Menurut El-Sisi, kedua negara juga membahas peluang pengembangan proyek investasi, termasuk proyek hilirisasi yang melibatkan perusahaan dari Indonesia dan Mesir. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas keterlibatan dunia usaha sekaligus memperkuat hubungan perdagangan bilateral.
Untuk mendukung perluasan hubungan ekonomi, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia dan Mesir mendorong pembentukan Economic Partnership Agreement (EPA). Perjanjian kemitraan ekonomi tersebut diharapkan membuka peluang lebih luas bagi akses pasar, investasi, dan keterlibatan perusahaan kedua negara.
“Kami telah mendorong pembentukan Economic Partnership Agreement guna membuka peluang yang lebih luas bagi akses pasar, investasi, dan keterlibatan dunia usaha kedua negara,” ujar Prabowo.
Selain EPA, Prabowo menyambut baik inisiatif pembentukan Joint Investment Fund atau dana investasi bersama oleh lembaga investasi kedua negara. Inisiatif tersebut diarahkan untuk mendorong investasi pada proyek-proyek strategis yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi Indonesia dan Mesir.
Kedua inisiatif itu menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi, meski mekanisme pelaksanaan, nilai dana investasi, serta proyek yang akan menjadi prioritas belum dirinci dalam pernyataan bersama.
Peluang Ekspansi bagi Dunia Usaha
El-Sisi mengatakan perusahaan Mesir dan Indonesia memiliki peluang untuk memperluas kegiatan usaha di negara mitra. Bagi perusahaan Indonesia, Mesir dapat menjadi salah satu basis untuk menjajaki pasar regional yang lebih luas, sementara perusahaan Mesir berpeluang mengembangkan usaha di Indonesia.
Namun, peluang tersebut tetap bergantung pada perkembangan kerja sama perdagangan, ketentuan akses pasar, serta kesiapan masing-masing perusahaan untuk memasuki pasar tujuan. Pernyataan mengenai potensi Mesir sebagai pintu masuk pasar regional tidak berarti perusahaan Indonesia otomatis memperoleh akses bebas hambatan ke seluruh negara Arab, Afrika, dan Eropa.
Melalui penguatan perdagangan dan investasi, Indonesia dan Mesir berharap kemitraan strategis yang telah terjalin dapat menghasilkan kerja sama ekonomi yang lebih konkret serta meningkatkan manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat kedua negara.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi






