Sebuah kapal komersial Iran dilaporkan terkena serangan di dekat Pulau Qeshm, Selat Hormuz, Minggu (13/9) dini hari waktu setempat. Insiden tersebut menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya, menurut media pemerintah Iran.
Dilansir dari CNN, lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB, melaporkan kapal tersebut terkena serangan di dekat Qeshm. Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, mengutip Gubernur Qeshm yang menyebut “musuh teroris” sebagai pihak di balik serangan tersebut.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi independen mengenai identitas pelaku. Amerika Serikat (AS) juga belum memberikan pernyataan terkait insiden tersebut.
Laporan Associated Press (AP) terbaru juga menyebut satu orang tewas dan empat lainnya terluka dalam insiden tersebut. Sebelumnya, laporan mengenai jumlah korban sempat berbeda seiring perkembangan informasi.
Secara terpisah, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan sebuah kapal komersial lain terkena proyektil yang belum diketahui asalnya saat melintas di Selat Hormuz pada Sabtu (12/9) malam.
Proyektil tersebut memicu kebakaran di kapal. Otoritas setempat kemudian membantu proses evakuasi awak kapal. UKMTO belum mengungkap identitas kapal maupun pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Rangkaian insiden tersebut terjadi ketika keamanan pelayaran di Selat Hormuz menjadi perhatian utama dalam konflik Iran dan AS. Sebelum konflik, sekitar 20 juta barel minyak dan produk minyak per hari melewati jalur strategis tersebut.
Di tengah situasi itu, Iran dan sejumlah negara Arab Teluk dijadwalkan menggelar pertemuan di Muscat, Oman, pada Senin (14/9). Pertemuan tersebut akan membahas pengaturan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Bahrain telah menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan tersebut. Reuters juga melaporkan bahwa pertemuan itu belum diperkirakan menghasilkan kesepakatan final yang langsung ditandatangani.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya mengatakan Selat Hormuz dapat dibuka kembali apabila AS mengakhiri blokade dan serangannya terhadap Iran.
Pezeshkian juga mengatakan Iran dan Oman telah menyepakati rute pelayaran bersama melalui Selat Hormuz. Rencana tersebut akan dibahas bersama negara-negara Arab dalam pertemuan di Oman.
Ketegangan juga meningkat di jalur pelayaran strategis lainnya. Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah melancarkan serangan menggunakan rudal balistik dan drone terhadap pangkalan militer Saudi di Sharurah, Arab Saudi. Hingga laporan terbaru, pihak Saudi belum mengonfirmasi klaim tersebut.
Sementara itu, Houthi dilaporkan telah menguasai Pulau Perim atau Mayun di Selat Bab al-Mandeb. Pulau tersebut berada di jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden.
Serangkaian perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran dan distribusi energi global. Untuk insiden kapal komersial Iran di dekat Qeshm, identitas pihak yang bertanggung jawab hingga kini masih belum dapat dipastikan.
Akbari Danico – Redaksi






