Beranda / National / Hari ke-10, Area Pencarian KM Arupadatu I Diperluas hingga 8.509 NM²

Hari ke-10, Area Pencarian KM Arupadatu I Diperluas hingga 8.509 NM²

Operasi pencarian delapan orang yang hilang kontak bersama kapal cepat KM Arupadatu I di perairan Selat Sunda memasuki hari ke-10, Kamis (17/9/2026). Pada hari ketiga masa perpanjangan operasi SAR tersebut, tim gabungan memperluas area pencarian hingga 8.509 mil laut persegi (NM²).

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto mengatakan pencarian dibagi ke dalam 10 sektor. Perluasan wilayah dilakukan untuk meningkatkan peluang menemukan kapal maupun delapan orang yang masih dalam pencarian.

Selain penyisiran di laut, tim SAR gabungan kembali menyisir wilayah daratan dari pesisir Carita hingga Pantai Anyer, Pandeglang, Banten. Penyisiran tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti berbagai informasi dari masyarakat, termasuk laporan mengenai dugaan penemuan jenazah yang sebelumnya telah ditelusuri tetapi belum membuahkan hasil.

“Di sepanjang pesisir Carita sampai ke Pantai Anyer, termasuk untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan penemuan jenazah, yang setelah sebelumnya ditelusuri hasilnya nihil,” kata Rizky di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita, Kamis.

Rizky mengatakan seluruh 10 sektor menjadi perhatian karena dinilai berpotensi menjadi jalur pergeseran kapal cepat KM Arupadatu I maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

Untuk memperkuat pemantauan di laut, tim SAR juga memperbarui siaran e-broadcast dengan menggandeng Vessel Traffic Services (VTS). Sistem tersebut digunakan untuk memantau lalu lintas kapal niaga yang melintas di kawasan Selat Sunda.

Meski laporan dari kapal-kapal yang melintas belum mengonfirmasi adanya temuan baru, informasi dari para pengguna jasa pelayaran tetap menjadi bagian yang diprioritaskan dalam operasi pencarian. Basarnas juga menyiagakan satu unit helikopter HR-3601 di Lanud Atang Sendjaja, Bogor, Jawa Barat, yang dapat dikerahkan apabila dibutuhkan.

Total 24 kapal gabungan dikerahkan untuk menyisir 10 sektor pada hari ke-10. Armada tersebut melibatkan kapal Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, dan KPLP.

Area pencarian hari ke-10 meningkat signifikan dibandingkan sehari sebelumnya yang mencakup 3.439 NM². Sektor C menjadi wilayah pencarian terluas dengan cakupan 3.380 NM² dan disisir KRI Leuser serta KRI Dewa Kembar hingga memasuki perairan Samudra Hindia, dari sebelah barat Pulau Belimbing menuju selatan Pulau Enggano, Bengkulu.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal. Lima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Sementara itu, tiga kru kapal yang masih dicari yakni Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai pemandu.

Sebelumnya, operasi pencarian hari kesembilan pada Rabu (16/9) belum menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan maupun kapal tersebut. Pada hari kesembilan, area pencarian mencakup 3.439 NM² dan dibagi menjadi delapan sektor.

Rizky mengatakan seluruh jalur komunikasi serta penyisiran melalui darat, laut, dan udara terus dioptimalkan untuk memverifikasi setiap informasi yang berpotensi menjadi petunjuk keberadaan rombongan.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *