Chelsea telah menghabiskan lebih dari €2 miliar untuk mendatangkan pemain dalam lima tahun terakhir di bawah kepemilikan Todd Boehly dan Clearlake Capital.
Pada bursa transfer musim panas 2026, Chelsea kembali menjadi salah satu klub dengan belanja pemain terbesar. The Blues mengeluarkan sekitar €389 juta untuk memperkuat skuad di bawah pelatih baru Xabi Alonso.
Salah satu transfer terbesar Chelsea musim panas ini adalah Morgan Rogers. Chelsea mengeluarkan sekitar £117 juta atau €138 juta untuk memboyong pemain tim nasional Inggris tersebut. Nilai transfer itu sekaligus menjadikan Rogers sebagai rekrutan termahal dalam sejarah klub.
Selain Rogers, Chelsea mendatangkan sejumlah pemain dengan nilai transfer besar. Maxence Lacroix direkrut dengan biaya sekitar €61 juta, Marco Palestra sekitar €57 juta, dan Geovany Quenda sekitar €50 juta.
Chelsea juga mengamankan Valentín Barco dengan nilai transfer yang belum diumumkan. Sementara itu, Danny Welbeck didatangkan dengan biaya sekitar £5 juta dan Jordan Henderson bergabung dengan status bebas transfer.
Rogers kini menjadi bagian dari skuad Chelsea yang dihuni sejumlah pemain dengan nilai transfer tinggi. Sebelumnya, Chelsea memecahkan rekor transfer Premier League saat mendatangkan Moisés Caicedo dengan nilai hingga £115 juta dan Enzo Fernández seharga £106,8 juta.
Beberapa rekrutan mahal lainnya antara lain Romelu Lukaku dengan biaya sekitar £97,5 juta dan Mykhailo Mudryk yang didatangkan dengan nilai hingga £88,5 juta.
Di sisi lain, Chelsea juga mendapatkan pemasukan dari penjualan pemain. The Blues dilaporkan telah memperoleh sekitar €132 juta dari sejumlah pelepasan pemain pada musim panas ini, termasuk Marc Cucurella, Andrey Santos, Trevoh Chalobah, dan Tyrique George.
Dengan demikian, Chelsea diperkirakan memiliki net spend lebih dari €250 juta pada musim panas 2026. Namun, angka tersebut masih dapat berubah karena adanya bonus, perbedaan nilai tukar, serta sejumlah biaya transfer yang belum diumumkan secara terbuka.
Sejak perubahan kepemilikan pada Mei 2022, Chelsea melakukan pembangunan ulang skuad secara besar-besaran dengan mendatangkan puluhan pemain, memberikan kontrak jangka panjang, dan beberapa kali mengganti pelatih.
Investasi tersebut turut menghasilkan trofi Conference League dan FIFA Club World Cup. Namun, performa Chelsea di Premier League masih belum konsisten.
Setelah hanya finis di posisi ke-10 musim lalu, tantangan berikutnya berada di tangan Xabi Alonso. Pelatih asal Spanyol itu dituntut mengoptimalkan skuad mahal Chelsea agar mampu bersaing dengan Arsenal, Manchester City, dan Liverpool dalam perebutan gelar Premier League serta kembali menjadi kekuatan utama di Liga Champions.
Besarnya investasi Chelsea dalam beberapa tahun terakhir membuat tuntutan terhadap Alonso semakin tinggi. Kualitas dan kedalaman skuad kini harus dibuktikan melalui prestasi di level tertinggi.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi






