Beranda / Megapolitan / Bahlil Dorong Industri Dibangun Dekat Sumber Bahan Baku

Bahlil Dorong Industri Dibangun Dekat Sumber Bahan Baku

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mendorong pembangunan industri tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi juga dikembangkan di berbagai daerah yang dekat dengan sumber bahan baku.

Menurut Bahlil, penempatan industri di wilayah penghasil bahan baku dapat mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat pelaksanaan program hilirisasi.

“Rencana kita dalam rangka pembangunan ini tidak semuanya mesti di Jawa. Harus kita letakkan juga di daerah-daerah,” ujar Bahlil dalam acara Investor Daily Summit di Raffles Hotel Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Bahlil mengatakan upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah mempercepat hilirisasi melalui penguatan koordinasi antarkementerian.

Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi akan melakukan sinkronisasi program dengan sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM serta Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM.

“Kemenko Hilirisasi ini akan melakukan sinkronisasi program antara Kementerian Investasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM dan beberapa kementerian lain melakukan sinkronisasi agar kemudian bisa melakukan percepatan,” kata Bahlil.

Bahlil menyebut pemerintah telah memiliki peta jalan hilirisasi yang mencakup 28 komoditas dari berbagai sektor. Komoditas tersebut meliputi mineral, batu bara, perikanan, pertanian, perkebunan, hingga kehutanan.

Menurut Bahlil, hilirisasi tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga mendorong perubahan struktur ekonomi nasional agar tidak terlalu bertumpu pada konsumsi.

Pembangunan industri di daerah juga diharapkan menciptakan lapangan kerja dan membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

Langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan hilirisasi sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi daerah penghasil.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *