Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi alternatif bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau. Mardiah (58), warga sekitar KDKMP Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengaku bisa menghemat pengeluaran rumah tangga karena harga sejumlah barang di koperasi tersebut lebih murah dibandingkan warung di dekat rumahnya.
Mardiah mengatakan dirinya sudah beberapa kali berbelanja di KDKMP Cipedak, termasuk membeli minyak goreng dan gula. Ia biasanya mampir ke gerai tersebut setelah menyelesaikan aktivitasnya.
“Saya hari ini beli minyak sama gula. Saya sudah sering (beli di KDKMP), biasanya habis kegiatan suka mampir ke sini,” ujar Mardiah saat ditemui di KDKMP Cipedak, Kamis (15/10/2026).
Menurut Mardiah, selisih harga menjadi alasan utama dirinya memilih berbelanja di koperasi tersebut. Harga yang lebih terjangkau dinilai membantu mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga.
“Karena di warung-warung dekat rumah itu lebih mahal. Di sini lebih murah. Sangat membantu, harganya sangat terjangkau,” katanya.
Selain minyak goreng dan gula, Mardiah juga membeli berbagai kebutuhan lain, mulai dari kopi, jajanan untuk cucunya, beras, hingga gas LPG 3 kilogram (kg). Ia menyebut harga LPG di KDKMP Cipedak mencapai Rp16.000 per tabung, lebih rendah dibandingkan harga Rp20.000 yang biasa ia temui di sekitar rumahnya.
“Beras sama gas juga. Itu gasnya murah banget, cuma Rp16.000. Benar-benar harga yang dikejar sama ibu-ibu. Kalau di dekat rumah bisa Rp20.000,” tuturnya.
Selisih harga tersebut membuat Mardiah merasa lebih leluasa mengatur uang belanja. Pengeluaran yang lebih hemat memberinya kesempatan untuk menyisihkan uang bagi kebutuhan lain, termasuk tabungan.
Ia berharap program KDKMP dapat terus dilanjutkan dan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Kalau harapan sih sangat banyak. Pastinya dilanjutkan kalau program-program yang bagus. Harganya, murahin aja buat masyarakat itu pasti jadi sejahtera,” ujarnya.
Mardiah juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto atas kehadiran koperasi tersebut. Menurutnya, KDKMP memberikan pilihan tempat berbelanja yang membantu warga mengendalikan pengeluaran sehari-hari.
“Terima kasih Pak Presiden Prabowo, sudah membentuk Koperasi KDKMP, jadi masyarakat bisa berbelanja lebih murah,” kata Mardiah.
Pengalaman serupa dirasakan Baron (49), warga yang datang ke KDKMP Cipedak untuk membeli LPG setelah mendapat informasi dari istrinya bahwa harga gas di koperasi tersebut lebih murah.
Baron bercerita, ia awalnya sedang menikmati kopi ketika istrinya memberi tahu bahwa persediaan gas di rumah telah habis. Istrinya kemudian meminta Baron membeli LPG di KDKMP dan membawa kartu tanda penduduk (KTP).
“Hari ini saya beli gas. Istri saya yang nyuruh tadi, saya lagi ngopi. Tiba-tiba gasnya habis, kan. Katanya, ‘Ayah, Ayah beli di KDKMP saja. Di sana lebih murah. Terus bawa KTP, jangan lupa.’ Ya sudah, saya ke sini,” ceritanya.
Bagi Baron, keberadaan KDKMP memberi alternatif untuk mendapatkan kebutuhan rumah tangga dengan biaya lebih rendah.
“Senang banget. Bisa kebantu. Jadi lebih hemat,” katanya.
Ia berharap koperasi tersebut terus beroperasi agar manfaatnya dapat dirasakan oleh warga di lingkungannya. Baron juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan Presiden Prabowo atas kehadiran KDKMP.
“Ya, saya ucapkan terima kasih untuk pemerintah, untuk Pak Prabowo juga, sudah menghadirkan KDKMP di kampung saya, di desa saya. Terima kasih, Pak Prabowo,” pungkasnya.
KDKMP Cipedak telah beroperasi sejak Agustus 2026 dan menjadi salah satu gerai yang mengikuti peluncuran serentak 10.070 KDKMP pada Kamis (15/10/2026). Gerai-gerai tersebut tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Lampung, dan Sumatera Selatan.
Sejumlah komoditas kebutuhan pokok yang tersedia di KDKMP dijual sesuai ketentuan harga pemerintah. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam peluncuran, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp58.000 per 5 kilogram, MinyaKita Rp15.700 per liter, dan gula pasir Rp17.500 per kilogram.
Adapun LPG bersubsidi 3 kg dijual Rp16.000 per tabung di gerai tersebut. Pembelian LPG subsidi mensyaratkan KTP untuk memastikan penyalurannya kepada konsumen yang berhak.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, KDKMP juga melayani pembayaran listrik dan transfer uang. Ke depan, koperasi ini direncanakan turut mendukung penyaluran bantuan sosial pangan dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Bagi Mardiah dan Baron, keberadaan KDKMP menjadi pilihan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keduanya berharap harga yang terjangkau dan ketersediaan barang dapat terus dipertahankan agar manfaatnya dirasakan masyarakat.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi






