Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menilai konferensi International Association of Women Police (IAWP) ke-63 di Bali menjadi momentum untuk memperkuat jejaring dan kerja sama antarkepolisian dalam menghadapi perkembangan kejahatan lintas negara.
Konferensi yang berlangsung pada 20–24 September 2026 di Nusa Dua, Bali, tersebut diikuti 450 peserta dari 43 negara. Forum itu membahas berbagai isu kepolisian modern, termasuk kepemimpinan perempuan, perdagangan orang, kekerasan berbasis teknologi, kontra-terorisme, dan kejahatan transnasional.
Daniel mengatakan perkembangan kejahatan yang dapat melintasi batas negara membuat kerja sama antarkepolisian semakin diperlukan.
“Ini juga meningkatkan kerja sama menjadi lebih erat dan lebih luas karena kejahatan atau tugas-tugas Polri tidak hanya ada dalam satu negara. Bisa terjadi melintasi negara. Peran Polwan juga semakin diperlukan karena cukup dinamis perkembangan gangguan kamtibmas maupun kriminalitas yang terjadi,” kata Daniel, Jumat (25/9/2026).
Menurut Daniel, IAWP juga menjadi sarana bagi polisi wanita (Polwan) dari berbagai negara untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, serta memahami budaya dan karakteristik kepolisian masing-masing negara.
“IAWP ini menjadi sarana silaturahmi dan sarana untuk saling mengenal langsung dari masing-masing Polwan dan masing-masing negara. Kita bisa mengenal mereka, mengenal budaya mereka, dan mengenal kepolisian mereka,” ujarnya.
Ia menilai hubungan yang terbentuk melalui forum tersebut dapat menjadi modal untuk memperluas kerja sama kepolisian internasional, terutama dalam menghadapi bentuk kejahatan yang terus berkembang dan berpotensi melibatkan lebih dari satu negara.
Selain memperkuat kerja sama internasional, Daniel mengatakan kehadiran Polwan dari berbagai negara dapat menjadi motivasi bagi personel Polri untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan karier.
“Ini menjadi penyemangat dan motivasi bagi kita semua bahwa Polwan bisa berkarier layaknya polisi laki-laki,” katanya.
Dari sisi pengamanan, Daniel mengatakan seluruh rangkaian IAWP 2026 di Bali berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Polda Bali melakukan pengamanan sejak penyambutan peserta, pengamanan rute, hingga kegiatan di sejumlah lokasi.
“IAWP yang diadakan di Bali merupakan kegiatan internasional yang keempat yang kita amankan pada tahun 2026. Kegiatan berlangsung dari tanggal 20 sampai dengan 24 September 2026,” ujarnya.
Selama pelaksanaan konferensi, Polda Bali mencatat tidak terdapat kejadian menonjol sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung sesuai rencana.
Sebelumnya, Polda Bali menyiapkan 744 personel untuk mengamankan IAWP 2026 dan agenda kepolisian internasional lainnya di kawasan Nusa Dua.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi






