Muamar Rasya Anugrah meraih juara pertama North Illustration Competition 2026 yang digelar Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Utara di Batavia PIK, Kamal Muara, Penjaringan.
Rasya berhak menerima hadiah sebesar Rp4.147.600, trofi, dan sertifikat. Juara kedua diraih Hana Devvani Marsyah dengan hadiah Rp3.629.150, sedangkan juara ketiga diraih Dylan Nicholas dengan hadiah Rp3.110.700.
Sementara itu, juara harapan pertama diraih Fayyaza Tunggapusti dengan hadiah Rp2.592.250 dan juara harapan kedua Azmighozi Adli Muhammad dengan hadiah Rp2.073.800.
Kompetisi yang pertama kali digelar tersebut mengangkat tema “12 Destinasi Wisata Jakarta Utara”. Kegiatan ini menjadi wadah bagi talenta muda untuk menuangkan gagasan mengenai destinasi wisata melalui karya ilustrasi.
Kepala Suku Dinas Parekraf Jakarta Utara Restuning Dyah Widyanti mengatakan kompetisi tersebut memberikan ruang bagi ilustrator muda untuk mengembangkan gagasan, kemampuan artistik, serta eksplorasi visual melalui teknik gambar tangan maupun digital.
Peserta kompetisi berusia 16 hingga 21 tahun yang berasal dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Peserta dijaring melalui sekolah, perguruan tinggi, komunitas seni, dan media sosial.
Proses kompetisi meliputi open call, pengumpulan karya, kurasi, seleksi, hingga penetapan 26 finalis.
Para peserta diminta menginterpretasikan 12 destinasi wisata Jakarta Utara melalui karya ilustrasi. Penilaian mencakup kekuatan konsep, kesesuaian tema, kreativitas dan orisinalitas, kualitas teknik, serta komposisi visual.
Restuning mengatakan kompetisi tersebut tidak hanya diarahkan untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan dan pengembangan kapasitas talenta muda.
Sebanyak 26 karya finalis dipamerkan di Batavia PIK pada 19–27 September 2026. Pameran tersebut menampilkan karya ilustrasi yang mengangkat sejumlah destinasi wisata Jakarta Utara dari perspektif peserta.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Utara Wawan Budi Rohman turut mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Sudin Parekraf Jakarta Utara bersama Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD).
Menurut Wawan, karya para finalis berpotensi dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif, seperti fesyen, kartu pos, dan berbagai suvenir.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi






