Morgan Rogers melontarkan protes bernada bercanda setelah Cole Palmer terpilih sebagai Player of the Match dalam kemenangan dramatis Chelsea 6-3 atas Leeds United pada putaran ketiga Carabao Cup di Stamford Bridge, Kamis (10/9) dini hari. Rogers merasa empat assist yang dibukukannya seharusnya cukup untuk membawa pulang penghargaan tersebut, meski perdebatan keduanya berlangsung santai dan penuh tawa dalam wawancara bersama Sky Sports.
Chelsea sebelumnya berada dalam situasi sulit setelah tertinggal 0-2. Pelatih Xabi Alonso kemudian memasukkan Rogers, Palmer, Pedro Neto, dan Reece James pada awal babak kedua, perubahan yang menjadi titik balik pertandingan.
Palmer mengawali kebangkitan The Blues dengan mencetak gol dari titik penalti sebelum kembali mencetak gol untuk menyamakan kedudukan. Sementara itu, Rogers menjadi kreator utama serangan Chelsea dengan terlibat dalam empat gol timnya hingga tuan rumah akhirnya membalikkan keadaan dan menang 6-3.
Namun, setelah pertandingan berakhir, penghargaan pemain terbaik justru diberikan kepada Palmer. Seorang pewawancara meminta Rogers menyerahkan trofi tersebut kepada rekannya, yang langsung memancing reaksi kocak dari pemain berusia 24 tahun itu.
“Saya mencetak empat assist. Tidak, tidak, tidak, saya tidak percaya. Ini gila. Dia cuma mencetak gol dari penalti,” kata Rogers sambil tertawa dan memprotes keputusan tersebut.
Palmer kemudian membela dirinya dengan mengingatkan bahwa dirinya menjadi pemain yang memulai kebangkitan Chelsea. “Tapi saya yang memulai comeback. Nanti saya bilang bahwa kamu seharusnya mendapatkannya,” balas Palmer.
Rogers kembali membalas dengan nada bercanda. “Tidak usah menyebut saya. Saya cuma penonton di sini. Ini kriminal,” ujarnya, membuat percakapan keduanya semakin mengundang tawa.
Terlepas dari perdebatan mengenai penghargaan individu, kontribusi keduanya menjadi faktor penting dalam kebangkitan Chelsea. Palmer menutup laga dengan dua gol, sedangkan Rogers membukukan empat assist, dengan seluruh gol The Blues tercipta pada babak kedua.
Momen tersebut pun lebih menggambarkan kedekatan Rogers dan Palmer ketimbang perselisihan serius. Keduanya terus tertawa sepanjang percakapan, sementara Rogers memanfaatkan keberhasilannya menciptakan empat gol untuk menggoda Palmer yang akhirnya membawa pulang penghargaan pemain terbaik.
Akbari Danico – Redaksi






