Beranda / National / BNPB Targetkan Tanggap Darurat Gempa NTT Selesai dalam 2–3 Pekan

BNPB Targetkan Tanggap Darurat Gempa NTT Selesai dalam 2–3 Pekan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan fase tanggap darurat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat dituntaskan dalam waktu 2–3 pekan. Target tersebut disiapkan agar penanganan bencana dapat segera berlanjut ke fase transisi menuju pemulihan.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan target itu merupakan hasil rapat koordinasi pemerintah pusat dan lintas kementerian/lembaga terkait penanganan gempa NTT.

“Tim gabungan dari pemerintah pusat, lintas kementerian/lembaga menargetkan fase tanggap darurat bisa kita selesaikan dalam 2–3 minggu ke depan,” ujar Abdul Muhari dalam pembaruan penanganan pascagempa NTT, Minggu (16/8/2026).

Meski demikian, Abdul menegaskan target tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi di lapangan. Pemerintah akan menyesuaikan durasi tanggap darurat apabila ditemukan situasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Menurut dia, pemerintah ingin menjaga agar fase tanggap darurat tidak berlangsung terlalu lama sehingga proses transisi menuju pemulihan dapat segera dimulai.

Saat ini, status tanggap darurat telah diberlakukan di Kabupaten Manggarai selama 90 hari. Sementara itu, Kabupaten Manggarai Timur masih dalam proses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari.

Adapun status tanggap darurat tingkat Provinsi NTT juga masih dalam proses penetapan. Di tingkat provinsi, pemerintah kemudian menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, terhitung sejak 15 hingga 28 Agustus 2026.

Pendataan Rumah Rusak Dimulai

Selain pencarian dan pertolongan korban serta pemenuhan kebutuhan dasar, pemerintah mulai melakukan pendataan kerusakan bangunan akibat gempa.

Abdul mengatakan pemerintah daerah dengan dukungan personel pemerintah pusat mulai mengidentifikasi tingkat kerusakan rumah warga, mulai dari rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat.

Pendataan tersebut dilakukan sejak fase tanggap darurat agar pemerintah memiliki gambaran kebutuhan pemulihan dan dapat mempersiapkan tahapan berikutnya secara lebih cepat.

“Ini sangat penting supaya proses early recovery nantinya bisa kita lakukan, kita percepat, dan kita akselerasi,” kata Abdul.

Posko Penanganan dan Logistik Disiapkan

Untuk memperkuat koordinasi, BNPB membuka Posko Pendamping Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis Lapangan di Maumere. Pemerintah juga menyiapkan Media Center di Kantor Bupati Manggarai Barat untuk menyampaikan perkembangan penanganan bencana.

Abdul mengatakan keberadaan posko tersebut diharapkan dapat memperkuat pendampingan terhadap pemerintah daerah selama masa tanggap darurat sekaligus memastikan penanganan berjalan efektif.

Selain posko penanganan, pemerintah menyiapkan Posko Logistik Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sementara itu, Posko Penerimaan Logistik Utama berada di Bandara Labuan Bajo dan Posko Logistik Pendukung ditempatkan di Maumere.

Ketiga posko tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat, organisasi, maupun pihak lain yang ingin menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa NTT.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *