Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, pada Jumat (16/10), menanggapi pernyataan Enzo Maresca yang menilai klubnya diuntungkan oleh kompetisi Ligue 1 karena memiliki kesempatan merotasi pemain sebelum menghadapi pertandingan penting di Liga Champions. Dalam konferensi pers menjelang laga melawan Strasbourg pada (17/10), Enrique menyebut kritik terhadap PSG sebagai hal yang sudah biasa terjadi, terutama setelah klubnya meraih kesuksesan di Eropa.
“Itu adalah kebisingan yang biasa terjadi di sekitar tim seperti PSG. Sebelum saya datang ke sini, saya sering mendengar orang-orang mengatakan bahwa PSG tidak akan pernah memenangkan Liga Champions karena kualitas Ligue 1 dianggap tidak cukup tinggi,” ujar Enrique.
Pelatih asal Spanyol tersebut mengingatkan bahwa sebelum kedatangannya, PSG kerap diragukan mampu menjuarai Liga Champions karena level persaingan di kompetisi domestik Prancis dianggap tidak cukup kuat. Namun, setelah klub tersebut berhasil meraih gelar paling bergengsi di sepak bola antarklub Eropa, kritik justru muncul dalam bentuk yang berbeda.
“Sekarang, ketika kami berhasil memenangkannya, banyak orang justru mengeluh. Hal seperti ini sudah menjadi sesuatu yang biasa dan dianggap normal,” lanjutnya.
Pernyataan Enrique tersebut merupakan respons terhadap pandangan Maresca mengenai keuntungan yang dimiliki PSG dalam mengatur kebugaran pemain. Kesempatan melakukan rotasi di kompetisi domestik dinilai dapat membantu tim mempersiapkan diri secara lebih optimal sebelum menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi di Liga Champions.
Bagi Enrique, berbagai komentar yang muncul merupakan bagian dari perhatian dan tekanan yang menyertai klub besar seperti PSG. Ia menegaskan bahwa kritik terhadap timnya bukanlah sesuatu yang baru, bahkan ketika PSG telah membuktikan kemampuannya dengan meraih kesuksesan di level Eropa.
Kini, PSG bersiap menghadapi Strasbourg dalam lanjutan Ligue 1. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Enrique untuk kembali mengarahkan perhatian timnya pada persaingan domestik, di tengah perdebatan mengenai keuntungan jadwal dan rotasi pemain yang turut mewarnai pembicaraan seputar klubnya.
Akbari Danico – Redaksi






