Beranda / Sport / Bola / Tottenham Bangkit dengan 10 Pemain, MU Kehilangan Poin di Old Trafford

Tottenham Bangkit dengan 10 Pemain, MU Kehilangan Poin di Old Trafford

Manchester United gagal mengamankan kemenangan saat menjamu Tottenham Hotspur pada pekan keenam Liga Inggris 2026/2027. Bermain di Old Trafford, Sabtu (10/10/2026), MU harus puas bermain imbang 1-1 setelah Tottenham mencetak gol penyeimbang pada masa injury time meski tampil dengan 10 pemain.

Hasil tersebut terasa mengecewakan bagi tuan rumah karena sempat unggul melalui Bryan Mbeumo pada menit ke-73. Situasi MU juga semakin menguntungkan setelah Rodrigo Bentancur menerima kartu merah pada menit ke-78.

Namun, Tottenham tidak menyerah. Dominic Solanke mencetak gol pada menit ke-90+2 untuk menyelamatkan satu poin bagi tim tamu sekaligus menggagalkan kemenangan MU di kandang sendiri.

Hasil imbang tersebut tidak lepas dari perlawanan Tottenham yang mampu memberikan tekanan sejak awal pertandingan. Laporan pertandingan The Guardian dan Al Jazeera menyoroti bagaimana Spurs tampil lebih dominan pada sejumlah fase permainan, meskipun kesulitan mengubah peluang menjadi gol.

Tottenham beberapa kali mengancam gawang MU, termasuk melalui Dominic Solanke dan pemain-pemain di lini serang. Di sisi lain, tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama sebelum mulai menemukan momentum setelah jeda.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-73. Matheus Cunha mengirimkan bola kepada Mbeumo di dalam kotak penalti. Penyerang MU tersebut menyelesaikan peluang dengan tembakan rendah yang membawa tuan rumah unggul 1-0.

Lima menit kemudian, Tottenham harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Bentancur diusir wasit setelah insiden dengan Luke Shaw yang berujung kartu merah langsung. Situasi itu membuat tugas Spurs semakin berat karena mereka harus mengejar ketertinggalan dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.

Alih-alih mengunci kemenangan, MU justru membiarkan Tottenham terus mencari peluang. Kiper Setan Merah, Senne Lammens, mengakui timnya seharusnya bisa mengendalikan pertandingan dengan lebih baik setelah unggul.

“Sepakbola terkadang bisa terasa kejam,” kata Lammens kepada MUTV, dikutip dari laman resmi Manchester United.

Lammens menilai MU seharusnya segera menuntaskan pertandingan dengan mencetak gol tambahan. Jika tidak mampu memperlebar keunggulan, timnya setidaknya perlu membatasi ruang gerak lawan agar tidak menciptakan peluang berbahaya.

Ia juga mengakui MU memberikan terlalu banyak ruang kepada Tottenham untuk membangun serangan. Menurut Lammens, bermain melawan tim dengan 10 pemain tetap menghadirkan tantangan karena lawan dapat mengambil risiko lebih besar ketika mengejar ketertinggalan.

Kiper asal Belgia itu meminta rekan-rekannya belajar dari hasil tersebut, terutama dalam mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Upaya Tottenham akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-90+2. Sandro Tonali mengirimkan umpan ke kotak penalti yang disambut Solanke melalui sundulan ke arah gawang. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1.

Pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi, mengapresiasi respons timnya setelah kehilangan satu pemain. Dalam pernyataan di situs resmi klub, De Zerbi menilai para pemain menunjukkan karakter dan kebersamaan untuk terus berjuang meski berada dalam situasi sulit.

Tottenham pun membawa pulang satu poin dari Old Trafford setelah sempat tertinggal. Sementara itu, MU kehilangan kesempatan meraih tiga poin meski sempat memimpin dan unggul jumlah pemain pada fase akhir pertandingan.

Hasil ini kembali menyoroti pekerjaan rumah MU dalam menjaga konsistensi permainan dan mempertahankan keunggulan. Bagi Tottenham, gol pada penghujung laga menjadi bukti bahwa tekanan hingga menit terakhir dapat menghasilkan poin meski bermain dalam kondisi yang tidak menguntungkan.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *