Beranda / Megapolitan / Rupiah Menguat ke Rp17.885 per Dolar AS, Masih Bertahan di Level Tinggi

Rupiah Menguat ke Rp17.885 per Dolar AS, Masih Bertahan di Level Tinggi

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Senin (12/10/2026). Rupiah dilaporkan bergerak ke level Rp17.885 per dolar AS, menjadi sinyal positif di tengah tekanan yang masih membayangi mata uang Garuda.

Penguatan tersebut terjadi setelah rupiah ditutup pada level Rp17.899 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya. Pergerakan ini menunjukkan dolar AS sedikit melemah terhadap rupiah pada awal pekan.

Meski menguat, nilai tukar rupiah masih berada di kisaran Rp17.800–Rp17.900 per dolar AS. Kondisi ini membuat perkembangan sentimen global dan kebijakan moneter Amerika Serikat tetap menjadi perhatian pelaku pasar.

Sentimen Global Masih Membayangi Rupiah

Pergerakan rupiah tidak terlepas dari perkembangan ekonomi global, terutama arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga AS dapat memengaruhi pergerakan dolar dan arus modal di pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia. Ketika investor memperkirakan suku bunga AS akan tetap tinggi atau meningkat, aset berbasis dolar berpotensi menjadi lebih menarik.

Selain itu, perkembangan konflik geopolitik dan risiko gangguan pasokan energi turut menjadi perhatian pasar. Ketidakpastian tersebut dapat memengaruhi harga minyak, ekspektasi inflasi, serta keputusan investor dalam menempatkan dananya.

Karena itu, penguatan rupiah pada pembukaan perdagangan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tekanan terhadap mata uang domestik telah berakhir. Pergerakan selanjutnya akan bergantung pada perkembangan sentimen global dan kondisi pasar sepanjang hari.

Dolar AS Masih Menguat 7,21 Persen Sepanjang 2026

Data perdagangan yang dikutip detikFinance dari Bloomberg menunjukkan dolar AS berada di level Rp17.883 pada Senin pagi, melemah 0,09 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.899.

Meski mengalami koreksi harian, dolar AS tercatat masih menguat 7,21 persen terhadap rupiah sepanjang 2026 berdasarkan data tersebut.

Perbedaan angka kurs dalam sejumlah laporan dapat terjadi karena perbedaan penyedia data dan waktu pengambilan data. Oleh karena itu, angka nilai tukar perlu dibaca berdasarkan sumber dan waktu pencatatannya.

Masyarakat maupun pelaku usaha yang memiliki kebutuhan transaksi valuta asing sebaiknya memantau perkembangan kurs terbaru. Bagi importir, eksportir, dan perusahaan yang memiliki kewajiban dalam dolar AS, perubahan nilai tukar dapat memengaruhi biaya transaksi dan perencanaan keuangan.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *