Beranda / National / 4.602 Lokasi Belum Terjangkau PLN, Pemerintah Siapkan Pembangkit EBT

4.602 Lokasi Belum Terjangkau PLN, Pemerintah Siapkan Pembangkit EBT

Pemerintah menyiapkan pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk memenuhi kebutuhan listrik di 4.602 lokasi yang belum terjangkau jaringan listrik eksisting. Pembangkit tersebut akan dibangun dalam skala kecil dengan sistem off-grid sebagai bagian dari Program Elektrifikasi periode 2025-2029.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan pemerintah saat ini menjalankan Program Elektrifikasi untuk memperluas akses listrik ke 10.068 lokasi yang belum sepenuhnya menikmati layanan kelistrikan.

“Program ini kita lakukan dengan dua skema. Ada yang bisa dilayani melalui jaringan yang sudah ada dan ada yang harus menggunakan pembangkit sendiri karena belum terjangkau jaringan,” kata Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Berdasarkan pemetaan pemerintah, sebanyak 5.466 lokasi dapat dilayani melalui perluasan atau pemanfaatan jaringan listrik yang telah tersedia. Sementara itu, 4.602 lokasi lainnya belum terjangkau jaringan eksisting sehingga akan dilayani melalui pembangkit skala kecil berbasis EBT dengan sistem off-grid.

Qodari mengatakan sumber energi yang digunakan akan disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah. Dengan skema tersebut, pembangunan pembangkit dapat disesuaikan dengan kondisi geografis dan ketersediaan sumber energi terbarukan di setiap lokasi.

Total kebutuhan kapasitas pembangkit skala kecil untuk 4.602 titik off-grid tersebut diperkirakan mencapai 508 megawatt (MW). Pemerintah akan menentukan jenis sumber energi berdasarkan potensi yang tersedia di masing-masing wilayah.

Secara keseluruhan, kebutuhan biaya untuk memperluas akses listrik ke 10.068 lokasi tersebut diperkirakan mencapai Rp61,65 triliun. Pembiayaan program direncanakan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan dialokasikan secara bertahap selama periode 2025-2029.

Program elektrifikasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses listrik ke wilayah yang selama ini belum sepenuhnya menikmati layanan kelistrikan. Pemerintah menargetkan program tersebut dapat menjangkau sekitar 770.000 rumah tangga di 10.068 lokasi yang tersebar di 36 provinsi.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *