Beranda / World / Gedung Al-Saada Runtuh, 2.000 Bangunan Rusak di Gaza Terancam Ambruk

Gedung Al-Saada Runtuh, 2.000 Bangunan Rusak di Gaza Terancam Ambruk

Runtuhnya gedung Al-Saada di Kota Gaza, Palestina, menewaskan sedikitnya 21 orang pada Rabu (16/9/2026). Peristiwa tersebut kembali menyoroti ancaman bangunan rusak yang masih dihuni warga akibat terbatasnya tempat tinggal yang aman bagi masyarakat yang kehilangan rumah atau mengungsi.

Gedung enam lantai yang berada di wilayah barat Kota Gaza itu sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan selama perang. Saat runtuh, bangunan tersebut dihuni sekitar 100 orang, termasuk keluarga-keluarga yang mengungsi. Al Jazeera melaporkan sedikitnya 21 orang tewas dan 14 lainnya terluka dalam kejadian tersebut.

Kondisi bangunan yang telah mengalami kerusakan membuat warga menghadapi risiko keselamatan, tetapi banyak keluarga tidak memiliki pilihan tempat tinggal lain. Sejumlah warga yang diwawancarai Al Jazeera mengatakan mereka tetap bertahan di bangunan rusak karena keterbatasan tempat berlindung dan tingginya kebutuhan hunian bagi warga yang kehilangan rumah.

Pertahanan Sipil Gaza mengatakan operasi penyelamatan di gedung Al-Saada berlangsung dalam kondisi sulit. Petugas harus menggunakan peralatan sederhana dan menggali reruntuhan secara manual karena keterbatasan alat berat untuk mengangkat material bangunan dan mencapai korban yang tertimbun.

Keterbatasan peralatan berat menjadi salah satu kendala dalam penanganan bangunan yang runtuh di Gaza. Otoritas Palestina juga menyerukan penyediaan alat berat dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk membersihkan puing, menilai kerusakan struktur, serta melakukan operasi penyelamatan.

Ancaman serupa sebelumnya terlihat dalam operasi pencarian di gedung Karam di Gaza barat. Pertahanan Sipil Gaza menyelesaikan pencarian selama empat hari pada Agustus 2026 dan menemukan 19 jenazah dari reruntuhan bangunan tersebut. Operasi pencarian juga dilakukan dengan peralatan terbatas karena kurangnya alat berat.

Pertahanan Sipil Gaza memperingatkan bahwa runtuhnya Al-Saada bukan satu-satunya risiko yang dihadapi warga. Sekitar 2.000 bangunan yang mengalami kerusakan di Gaza dilaporkan masih dihuni dan berada dalam kondisi rawan runtuh.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Palestina menyebut kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena masih terdapat tumpukan puing dan bangunan yang struktur fisiknya telah melemah. Pemerintah Palestina memperingatkan risiko tersebut dapat meningkat menjelang musim dingin karena hujan dan kondisi cuaca dapat memperburuk kerusakan bangunan.

Situasi itu membuat warga yang kehilangan rumah berada dalam kondisi sulit. Di satu sisi, bangunan yang rusak memiliki risiko keselamatan, sementara di sisi lain keterbatasan tempat penampungan membuat sebagian keluarga tetap menggunakannya sebagai tempat tinggal.

Akbari Danico – Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *