Beranda / regional / BNPP RI: Pembangunan Perbatasan Tak Hanya soal Kedaulatan, tapi Juga Kesejahteraan.

BNPP RI: Pembangunan Perbatasan Tak Hanya soal Kedaulatan, tapi Juga Kesejahteraan.

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) terus memperkuat pembangunan kawasan perbatasan sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah terluar Indonesia.

Pengelolaan kawasan perbatasan tidak hanya diarahkan untuk menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memperkuat konektivitas, pelayanan publik, keamanan, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Saat ini, BNPP RI mengelola 15 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Sejumlah PLBN tersebut antara lain berada di Serasan, Jagoi Babang, Skouw, Sota, hingga Yetetkun.

Juru Bicara BNPP RI Nadia Mulya mengatakan keberadaan PLBN memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar menjadi pintu keluar-masuk orang dan barang antarnegara. Pemerintah juga terus mendorong pembangunan PLBN baru serta meningkatkan kapasitas pelayanan di pos-pos yang telah beroperasi.

Menurut Nadia, penguatan infrastruktur dan layanan lintas batas diharapkan dapat memperluas akses masyarakat sekaligus meningkatkan konektivitas di kawasan perbatasan. Dengan dukungan tersebut, wilayah perbatasan diharapkan mampu berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial yang lebih mandiri.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga mengintegrasikan sejumlah program prioritas nasional ke kawasan perbatasan. Program tersebut mencakup perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah lokasi PLBN, hingga pengembangan ekosistem Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan pesisir.

BNPP RI menilai kehadiran berbagai program tersebut penting untuk memastikan masyarakat di wilayah perbatasan mendapatkan akses pembangunan dan pelayanan yang setara dengan masyarakat di wilayah lain.

Integrasi pembangunan kawasan perbatasan dengan program prioritas nasional juga dinilai dapat memperkuat kehadiran negara. Pemerintah berharap pendekatan tersebut mampu menciptakan kawasan perbatasan yang lebih mandiri, sejahtera, serta memiliki daya saing.

Dengan demikian, kawasan perbatasan tidak hanya dipandang sebagai wilayah terluar yang berfungsi menjaga batas negara, tetapi juga sebagai bagian penting dari pembangunan nasional dan pusat pertumbuhan baru bagi masyarakat di sekitarnya.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *